Kamis, 29 Desember 2011

Tulisan 6


~ CITA-CITA
Cita-cita itu bisa disebut sebagai harapan kita yang ada di masa depan,harapan-harapan yang kita ingin kan tapi harus disampingi juga dengan usaha yang panjang dan kerja keras yang tinggi. Pastilah semua orang mempunyai cita-cita walaupun cita-cita tersebut pada akhirnya belum tercapai menjadi sebuah kenyataan.Sering kali kita mendengar pertanyaan “apa cita-cita kamu?” dan pertanyaan itu biasanya dilontarkan dari orang tua,guru,orang-orang sekitar dilingkungan kita ataupun teman, dan pasti sebagian jawaban dari mereka banyak yang menjawab ingin menjadi dokter,tentara,guru,pilot atau yang lainnya. Cita-cita itu pasti dimiliki oleh semua orang dan pasti ingin dicapainya ketika mereka dewasa nanti,walaupun menuju cita-cita tersebut harus mereka lalui dengan suka atau dukanya.Tetapi ada juga orang yang bercita-cita dari kecilnya ia ingin menjadi dokter tetapi kenyataannya setelah ia dewasa ia bukan menjadi dokter ,melainkan lari dari harapan cita-citanya tersebut menjadi pilot misalnya.

 Itulah jalan dari sebuah hidup apa yang kita ingin kan tidak selalu harus menjadi apa yang kita mau dan harus kita miliki. Kita dianjurkan untuk mempunyai cita-cita sebagai motivasi kita dalam menjalankan hidup kita. Tetapi kalau cita-cita tersebut melenceng dari apa yang kita harapkan ya kita harus terima. Mungkin Tuhan memberi jalan bukan disitu melainkan dengan apa yang kita dapatkan sekarang. Jadi jangan kecewa dengan hasil yang kamu dapatkan meskipun cita-cita kamu tidak terwujudkan.

Dulu Saya bercita-cita ingin menjadi fashion style atau juga desainer fashion karena saya memang suka dalam fashion-fashion,memadukan antara fashion ini dengan fashion itu dan banyak hal lain yang dilakukan dalam desainer fashion.





 Seharusnya saya mengambil sekolah Desainer tetapi sekarang saya malahan kuliah dengan mengambil jurusan manajemen ekonomi, tidak terlalu melenceng sih, tetapi  supaya lebih mendalami hal-hal tentang fashion sebaiknya saya kuliah dengan mengambil jurusan tersebut. Tapi hal itu tidak say jadikan penghambat karena disamping saya kuliah saya bisa belajar fashion dari misalnya menjelajahi tempat-tempat fashion terhebat atau terunik atau bisa juga melihat pameran-pameran fashion yang bisa kita pelajari dan masih banyak lagi. Dan saya tetap semangat untuk  mengejar cita-cita tersebut.

Saluran Distribusi

Manajemen saluran yaitu pengembangan strategi yang searah didasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik guna mencapai tujuan perusahaan dan berada di dalam kondisi lingkungan tertentu.

Alasan Penting untuk Menggunakan Perantara
          Perantara pemasaran ini merupakan lembaga atau individu yang menjalankan kegiatan khusus di bidang distribusi. Mereka itu adalah :
• Perantara pedagang
• Perantara agen
          Pada umumnya, alasan utama untuk menggunakan perantara adalah bahwa mereka ini dapat membantu meningkatkan efisiensi distribusi. Kadang-kadang sulit untuk melihat adanya peningkatan efisiensi tersebut.

Keuntungan Menggunakan Perantara
          Beberapa keuntungan yang diperoleh bila menggunakan perantara, adalah :
1.   Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen. produsen cukup menghubungi perantara untuk menyampaikan produknya kepada konsumen yang banyak.
2.  Kegiatan distribusinya cukup baik bila perantara sudah mempunyai pengalaman. Mereka dipandang lebih baik karena memang tugas yang dilakukan hanyalah di bidang distribusi.
3. Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis produk tertentu, sehingga produsen tidak perlu rnenyediakannya.
4.  Perantara dapat membantu di bidang pengangkutan dengan menyediakan alat-alat transpor sehingga meringankan beban produsen maupun konsumen untuk mencarinya.
5. Perantara dapat membantu di bidang penyimpanan den menyediakan fasilitas-fasilitas penyimpanan, seperti gudang fasilitas penyimpanan lainnya sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan oleh konsumen, dapat memenuhinya.
6.  Perantara dapat membantu di bidang keuangan dengan menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir, atau untuk melakukan pembelian tunai dan produsen.

Perantara Pedagang
            Pada dasarnya, perantara pedagang (merchant middleman) bertanggung-jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya. Dalam hubungannya dengan pemindahan milik, kegiatan perantara pedagang ini berbeda dengan lembaga lain yang termasuk dalam perantara agen, seperti : perusahaan transport, perusahaan pergudangan dan sebagainya. Adapun lembaga-lembaga yang termasuk dalam golongan
Perantara pedagang adalah :
1. Pedagang besar (wholesaler)
            Adalah sebuah unit usaha yang membeli dan menjual kembali barang-barang kepada pengecer dan pedagang lain dan atau kepada pemakai industri, pemakai lembaga, dan pemakai komersial yang tidak menjual dalam volume yang sama kepada konsumen akhir.
            Istilah pedagang besar ini hanya digunakan pada perantara pedagang yang terikat dengan kegiatan perdagangan besar dan biasanya tidak melayani penjualan eceran kepada konsumen akhir.
2. Pengecer (retailer)
            Adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (non bisnis)
            Perdagangan eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan usaha).


Perantara Agen
          Perantara agen ini dibedakan dengan perantara pedagang karena tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang ditangani.
            Agen adalah lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distribusi barang, tetapi mereka tidak memiliki hak untuk memiliki barang yang diperdagangkan
            Pada dasarnya perantara agen digolongkan kedalam dua kelompok, yaitu :
1.    Agen Penunjang  ( Facilitating agent)
Merupakan agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam beberapa aspek pemindahan barang dan jasa. Pembagiannya adalah sebagai berikut :
·         Agen pengangkutan borongan (Bulk transportation agent)
·         Agen penyimpanan (Storage agent)
·         Agen pengangkutan khusus (Speciality Shipper)
·         Agen penjualan dan pembelian (purchase dan sales agent)
Kegiatan agen penunjang adalah membantu untuk memindahkan barang-barang sedemikian rupa sehingga mengadakan hubungan langsung dengan pembeli dan penjual. Jadi agen penunjang ini melayani kebutuhan-kebutuhan dari setiap kelompok secara serempak.
2.   Agen Pelengkap (Supplemental agent)
Agen ini berfungsi melaksanakan jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang dengan tujuan memperbaiki adanya kekurangan-kekurangan. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang, maka agen pelengkap dapat menggantikannya. Jasa-jasa yang dilakukannya antara lain :
·   Jasa Pembimbingan/ konsultasi
·   Jasa financial
·   Jasa informasi
·   Jasa khusus
Berdasarkan macam jasa yang mereka tawarkan tersebut, agen pelengkap dapat digolongkan ke dalam :
  1. Agen yang membantu dibidang keuangan, seperti bank
  2. Agen yang membantu dalam mengambil keputusan, seperti biro iklan, lembaga penelitian, dokter
  3. Agen yang membantu dalam penyediaan informasi, seperti televisi, surat kabar, radio
  4. Agen khusus yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas.
Beberapa Alternatif Distribusi
            Beberapa alternatif distribusi yang akan dibahas disini didasarkan pada jenis barang dan dan segmen pasarnya, yaitu :
·         Barang konsumsi, ditujukan untuk segmen pasar konsumen
·         Barang Industri, ditujukan untuk segmen pasar industri
Kedua macam barang tersebut memerlukan saluran distribusi yang berbeda karena segmen pasar yang dituju juga berbeda. Namun demikian dapat juga dipakai satu macam saluran untuk kedua produk tersebut. Hal ini dimungkinkan karena satu jenis barang dapat digolongkan kedalam barang konsumsi maupun barang industri. Sebagai contoh : Tekstil, dapat digunakan oleh perusahaan konveksi kecil sebagai bahan bakunya (termasuk barang industri), tetapi juga dapat dibeli oleh konsumen rumah tangga (termasuk barang konsumsi) untuk keperluan sendiri. Untuk mencapai segmen pasar industri atau segmen pasar konsumen, produsen tekstil dapat memakai saluran distribusi yang sama, yaitu melalui pedagang besar dan pengecer.

Saluran Distribusi Barang Konsumsi
          Dalam penyaluran barang konsumsi yang ditujukan untuk pasar konsumen, terdapat lima macam saluran. Pada setiap saluran, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan. Adapun macam-macam saluran distribusi barang konsumsi adalah :
1.    Produsen – Konsumen
Ini adalah saluran yang paling pendek, dan paling sederhana. Tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkan melalui Pos atau langsung mendatangi rumah konsumen. Disebut juga saluran distribusi langsung.
2.   Produsen – Pengecer – Konsumen
Disini pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen. Adapula beberapa produsen yang mendirikan toko pengecer sehingga dapat secara langsung melayani konsumen.
3.   Produsen – Pedagang besar – Pengecer – Konsumen
Saluran seperti ini banyak digunakan oleh produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional. Disini Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani oleh pengecer saja.
4.   Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen
Disini Produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Dia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5.   Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen
Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Saluran
            Produsen harus memperhatikan berbagai macam faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut adalah :

1.    Pertimbangan Pasar
Karena saluran distribusi sangat dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, maka keadaan pasar ini merupakan faktor penentu dalam pemilihan saluran. Beberapa faktor pasar yang perlu diperhatikan adalah :
 a.      Konsumen / pasar industri
Apabila pasarnya berupa pasar industri maka perusahaan jarang/ bahkan tidak pernah menggunakan pengecer dalam saluran distribusinya. Jika pasarnya berupa konsumen dan pasar industri, maka perusahaan akan menggunakan lebih dari satu saluran.
b.     Jumlah pembeli potensial
Jika jumlah konsumen relative kecil dalam pasarnya, maka perusahaan dapat mengadakan penjualan secara langsung pada pembeli
c.      Konsentrasi pasar secara geografis
Untuk daerah konsentrasi yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi maka perusahaan dapat menggunakan distributor industry
d.      Jumlah pesanan
Jika volume yang dibeli oleh pemakai produk tidak begitu besar atau relative kecil, maka perusahaan dapat menggunakan distributor industri.
e.      Kebiasaan dalam pembelian
Kebiasaan membeli dari konsumen akhir dan pemakai industri sangat berpengaruh pula terhadap kebijaksanaan dalam penyaluran. Termasuk dalam kebiasaan membeli ini antara lain :
-     kemauan untuk membelanjakan uangnya
-     tertariknya pada pembelian dengan kredit
-     lebih senang melakukan pembelian yang tidak berkali-kali
-     tertariknya pada pelayanan penjual

Sumber :
  




Strategi Penetapan Harga

Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk (bagi konsumen maupun bagi produsen) yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter. Harga terbentuk dari kompetensi produk untuk memenuhi tujuan dua pihak : produsen dan konsumen. 

-         Produk memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat keuntungan diatas biaya produksinya (atau tujuan-tujuan yang lain, misalnya keuntungan).
-         Konsumen memandang harga adalah sebagai nilai barang yang mampu memberikan manfaat atas pemenuhan kebutuhannya dan keinginannya ( misalnya ,hemat)

    ~ Faktor Penentu Harga
Penentuan harga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal

Faktor internal meliputi :
1.       Tujuan Pemasaran (biaya,penguasaan pasar, dan usaha)
2.     Strategi Marketing-mix (aspek harga dan non harga)
3.     Organisasi (struktur,skala dan tipe)

 Faktor  Eksternal meliputi :
1.       Elastis Permintaan dan kondisi persaingan pasar
2.     Harga Pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga
3.     Lingkungan eksternal yang lain , lingkungan mikro maupun lingkungan makro

Model dasar penentuan harga dalam perusahaan:
1.       Peranan terhadap harga
2.     Jumlah penjual
3.     Yang mendasari banyaknya penjual
4.     Kondisi Ongkos
5.     Banyaknya pembeli
6.     Kondisi Permintaan
7.     Fungsi Tujuan
8.     Variabel Strategi
9.     Harapan Revisi dan pesaingnya


Prosedur penetapan harga
Philip Kotler dalam bukunya mengemukakan prosedur enam langkah untuk menetapkan harga,yaitu :
1. Memilih tujuan penetapan harga
Menurut Cecep hidayat dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran menyatakan bahwa. Harga ditetapkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yaitu:
a.     Bertahan hidup
b.     Memaksimumkan Laba
c.      Memaksimumkan Pendapatan
d.     Memaksimumkan Pertumbuhan Penjualan
2. Menentukan permintaan
3. Memperkirakan biaya
4. Menganalisis biaya, harga, dan tawaran pesaing
5. Memilih metode penetapan harga
6. Memilih harga akhir

~ Penentuan Harga Dasar dan Laba yang Diharapkan
            Dalam kaitannya dengan prosedur penetapan harga maka perlulah ditentukan berbagai alternatif harga untuk mengetahui seberapa besar laba yang bisa diharapkan. Alternatif-alternatif tersebut akan tergantung pada pemilihan perusahaan dan elastisitas yang ada. Dengan semakin luas jarak masing-masing alternatif harga dan semakin besar elastisitas permintaannya, maka semakin banyak pula alternatif harga yang harus dipertimbangkan.
                        Titik break-even ini sangat penting karena dapat menunjukkan tingkatan operasi yang menguntungkan. Adanya peningkatan dalam permintaan atau penurunan dalam biaya total akan memperluas tingkat operasi yang menguntungkan dan meningkatkan laba
.
~ Penetapan harga pasar dalam kondisi yang tidak pasti
penetapan harga dasar dalam kondisi yang tidak pasti. Ini dimaksudkan,untuk memberikan gambaran bahwa tidak semua kondisi yang dihadapi selalu bersifat pasti. Oleh karena itu, penetapan harga dalam berbagai alternatif tingkat harga perlu dilakukan untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan.

Sumber :
Buku Dasar Pemasaran Gunadarma (Teguh Budiarto)
elearning.upnjatim.ac.id/courses/.../Manajemen_Pemasaran.doc?.



Rabu, 28 Desember 2011

Daur Hidup Produk


Peran daur hidup dalam strategi pemasaran
Daur hidup produk dapat memberikan indikasi tentang perkembangan suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Ukuran yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah tingkat penjualan produk, di samping juga tingkat keuntungan. Daur hidup produk yang dapat dilalui oleh suatu produk secara normal meliputi empat tahap, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan. 

Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya. 



1.       Tahap perkenalan (introduction).
pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru,  biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth).
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Sumber:

Jumat, 23 Desember 2011

Tulisan 8

 Nama : Eliza Zahrah
 Npm : 12211407
 kelas : 1EA17


~ Harapan

Harapan dapat diartikan sebagai suatu keinginan manusia yang merupakan keinginan yang diciptakan oleh manusia sebagai pandangan ke depannya.

Setiap manusia pasti memiliki harapan yang mereka inginkan,setiap harapan pasti berbeda-beda. Ketika mereka sudah mendapatkan hrapan tersebut pasti mereka akan merasa senang akan merasa puas dengan apa yang mereka dapat dari harapan tersebut. Tetapi ketika mereka belum mendapatkan harapan tersebut pasti mereka mungkin akan tetap berusaha untuk mendapatkannya atau pun sebaliknya adapun dianatara mereka untuk berenti mengejar harapan tersebut karena mereka sudah merasa lengah karena harapan tidak mungkin tercapai. Bagi mereka yang harapannya belum tercapai jangan sedih atau berputus asa, Tuhan pasti akan menjadikan harapan menjadi kenyataan itu nanti bukan sekarang, maka dari itu sabar dalam menggapai harapan.

Saya sendiri mempunyai harapan tersendiri dan terutama untuk kehidupan saya, suatu hal itu yaitu saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya dengan jerih payah saya sendiri,saya ingin orang tua saya merasakan kesuksesan saya yang telah saya gapai selama ini,karena saya tau saya tidak dapat membalas budi atas kedu prang tua saya, maka dari itu hal yang paling bisa dan mudah-mudahan hal itu tercapai yaitu kedua orang tua saya masih ada disaat saya berada dalam keadaan sukses dan membahagiakan orang tua saya dan harapan itu pasti akan saya jadikan sebuah kenyataan dan benar benar akan terjadi dalam kehidupan saya sendiri terutama.

Tapi disamping berharap juga harus dilengkapi dengan doa kepada allah supaya harapan positif kita menjadi kenyataan.
Jangan merasa sendiri jika harapan tersebut belum tercapai berdoa terus dan meminta kepada Tuhan,Tuhan akan disamping kita selamanya yang selalu akan membantu kita untuk mewujudkan harapan tersebut.